Sabtu, 20 Juli 2013

KUCANG-KUCANG

mata besar itu kembali membelalak
melihat anak kecil itu memakan reruntuhan bangunan
melihat orng itu memakan becaknya sambil mengayuhnya
sedang para pnguasa memakan emas dan uang
tak memperdulikan mereka yg telah memilih mereka
sedang penguasa yg lainya tak kenal ampun
menyumbangkan mkanan yg sama terus menerus
hingga tubuh itu berubah menjadi ranting kering di pohon yang subur
tidakkah mereka mengetahui atau mereka pura-pura lupa
emas dan harta yg mereka telan dari tetesan peluh anak kecil dan tukang becak itu
tidakkah mereka merasa mual tidakkah mereka merasa sakit
oh diri...
oh jiwa...
oh raga....
kau selalu berkata aku lihat
aku dengar
dan aku merasakan
padahal mata telah buta
teliga telah tuli
dan hati telah mati
hingga kucang kucang kluar hotel
menebarkan aroma air mata


MUHAMMAD AKBAR KK 
21-07-2013
di sebuah ruang tamu penuh kue
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar