Minggu, 21 Juli 2013

MAKANANMU



mata besar itu kembali membelalak

 melihat anak kecil itu memakan reruntuhan bangunan

 melihat orng itu memakan becaknya sambil mengayuhnya

 sedang para pnguasa memakan emas dan uang tak memperdulikan mereka yg telah memilih mereka

 sedang penguasa yg lainya tak kenal ampun memberikan mereka mkanan yg sama terus menerus

padahal emas dan harta yg mereka makan dari tetesan peluh dari anak kecil dan tukang becak itu

tidakkah mereka merasa mual
tidakkah merek merasa telah menjadi setan berkedok manusia


 oh diri...

 oh jiwa...

 oh raga....

 kau selalu berkata aku lihat

 aku dengar

 dan aku merasakan

 padahal mata telah buta

 teliga telah tuli

 dan hati telah mati

MUHAMMAD AKBAR KK14 Juli 2013 pukul 18:06
di sebuah rumah yang sederhana

Sabtu, 20 Juli 2013

KUCANG-KUCANG

mata besar itu kembali membelalak
melihat anak kecil itu memakan reruntuhan bangunan
melihat orng itu memakan becaknya sambil mengayuhnya
sedang para pnguasa memakan emas dan uang
tak memperdulikan mereka yg telah memilih mereka
sedang penguasa yg lainya tak kenal ampun
menyumbangkan mkanan yg sama terus menerus
hingga tubuh itu berubah menjadi ranting kering di pohon yang subur
tidakkah mereka mengetahui atau mereka pura-pura lupa
emas dan harta yg mereka telan dari tetesan peluh anak kecil dan tukang becak itu
tidakkah mereka merasa mual tidakkah mereka merasa sakit
oh diri...
oh jiwa...
oh raga....
kau selalu berkata aku lihat
aku dengar
dan aku merasakan
padahal mata telah buta
teliga telah tuli
dan hati telah mati
hingga kucang kucang kluar hotel
menebarkan aroma air mata


MUHAMMAD AKBAR KK 
21-07-2013
di sebuah ruang tamu penuh kue